Wasiyat Tarekat Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dalam kitab "Tamyīz al-Haq min al-Bāthil"

Syamsun Ni'am, (2011) Wasiyat Tarekat Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari dalam kitab "Tamyīz al-Haq min al-Bāthil". SARI: Jurnal Alam dan Tamadun Melayu, 29 (1). pp. 153-180. ISSN 0127-2721

[img]
Preview
PDF
197kB

Official URL: http://www.sarionline.ukm.my/

Abstract

Artikel ini cuba memaparkan salah satu peranan sejarah Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari iaitu mengadakan pembaharuan pemahaman keagamaan dalam Islam khususnya melalui pemikirannya tentang tasawuf (tarekat). Melalui penelusuran dan penggunaan metode “analisis isi” (content analysis) atas karyanya – khususnya pada kitab Tamyiz al-Haq min al-Bathil — maupun pengaruhnya yang membekas pada murid-muridnya, dapat digambarkan bahawa ketokohan Syekh Hasyim tampak jelas pada perjuangannya untuk memantapkan kembali “Islam yang benar” di tanah air, yang waktu itu menurut beliau sedang digoyahkan oleh beberapa ancaman sekaligus: gerakan sekuler yang dimotori kaum kolonialis, rasionalisme Islam yang dimotori oleh Abduh di Mesir dan ancaman budaya kultus individu yang berkelindan dengan pantheisme di kalangan tarekat pada lingkungan pesantren sendiri. Ancaman yang terakhir ini diresponnya melalui antara lain kritik-kritik dan wasiatnya atas praktik-praktik ke-tarekat-an, ke-wali-an seorang guru tarekat dan lain-lain, sebagaimana dihuraikan oleh tulisan ini. Dengan mengetahui posisi yang diambil Syekh Hasyim, iaitu Asy’ariyah-Maturidiyah dalam teologi dan al-Baghdadi-al-Ghazali dalam tasawuf, maka penolakannya terhadap tarekat yang pantheis, dan kritik atas konsep ke-wali-an yang mengarah pada pengkultusan guru tarekat telah menempatkan gerakan Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah dan NU yang didirikannya pada poros utama ortodoksi. Oleh kerana itu, melalui kritik-kritik dan wasiat itu beliau mengukuhkan kembali Islam dan pesantren di Indonesia ke dalam kontinum terhadap tradisi Wali Songo (-minus Siti Jenar yang heterodoks). Tasawuf yang dianggap sesuai dengan prinsipnya (Naqsyabandiyah) menekankan pada peningkatan nilai-nilai moral dan kesalehan dengan jalan melaksanakan ajaran-ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw., bukan tasawuf yang menjurus ke pantheisme dan syirik, melainkan yang selaras dengan ajaran Islam Sunni. Untuk membentengi prinsip-ketasawufannya, maka beliau menekankan adanya syarat-syarat tertentu bagi orang-orang yang ingin mempraktikkan ajaran tasawuf. Lebih khusus lagi, harus senantiasa berpedoman pada jalur aqidah-syari’ah-tasawuf.

Item Type:Article
Keywords:Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari; Tarekat; Tamyiz al-Haq min al- Bathil
Journal:International Journal of the Malay World and Civilisation (Formerly SARI)
ID Code:3314
Deposited By: Ms Rusiah Husin
Deposited On:13 Jan 2012 07:39
Last Modified:14 Dec 2016 06:34

Repository Staff Only: item control page